Selamat datang di Club MGi SUPER
Rabu, 12 Januari 2011
Daftar Peringkat FIFA
Antara - 1 jam 43 menit lalu
Slideshow: Foto Olahraga
Paris (ANTARA/AFP) - Daftar peringkat 10 teratas FIFA untuk Januari:
1. Spanyol
2. Belanda
3. Jerman
4. Brazil
5. Argentina
6. Inggris
7. Uruguay
8. Portugal
9. Kroasia
10. Mesir
126 Indonesia ??????
Kapan Indonesia 10 dunia, Bisakah Garuda Melesat jawabnya Pada Pemuda Indonesia dari Sabang Samapai Meroke
1. Spanyol
2. Belanda
3. Jerman
4. Brazil
5. Argentina
6. Inggris
7. Uruguay
8. Portugal
9. Kroasia
10. Mesir
126 Indonesia ??????
Kapan Indonesia 10 dunia, Bisakah Garuda Melesat jawabnya Pada Pemuda Indonesia dari Sabang Samapai Meroke
Minggu, 09 Januari 2011
Waspadai Penumonia, Salah Satu "Pembunuh" Teratas Balita Kita
Republika - Sabtu, 8 Januari
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Indonesia belum bisa menyebutkan besaran angka terkini kasus pneumonia. Namun pada tahun 2001, Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) mengungkap pneumonia berada dalam urutan teratas penyebab kematian pada balita. "Kondisinya masih sama ketika dilakukan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007," ungkap Direktur Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI, Dr HM Subuh MPM.
Dalam peta global, pneumonia masih menjadi masalah besar. Penyakit ini merupakan pembunuh nomor satu pada balita di banyak negara dan termasuk penyakit yang sering terabaikan. "WHO mendudukkan negara dengan populasi 237,6 juta jiwa ini di urutan keenam pemilik kasus pneumonia terbanyak," tutur Subuh.
Pneumonia merupakan proses radang akut pada jaringan paru (alveoli). Kondisi itu terjadi menyusul infeksi kuman. "Pneumonia dapat menyebabkan kematian jika paru gagal menjalankan fungsinya untuk memasok oksigen bagi tubuh," kata Subuh.
Dalam peta global, pneumonia masih menjadi masalah besar. Penyakit ini merupakan pembunuh nomor satu pada balita di banyak negara dan termasuk penyakit yang sering terabaikan. "WHO mendudukkan negara dengan populasi 237,6 juta jiwa ini di urutan keenam pemilik kasus pneumonia terbanyak," tutur Subuh.
Pneumonia merupakan proses radang akut pada jaringan paru (alveoli). Kondisi itu terjadi menyusul infeksi kuman. "Pneumonia dapat menyebabkan kematian jika paru gagal menjalankan fungsinya untuk memasok oksigen bagi tubuh," kata Subuh.
Rabu, 05 Januari 2011
Ditemukan, Nenek Moyang Virus HIV AIDS
Ternyata, nenek moyang HIV sudah hadir setidaknya sejak 32 ribu tahun lalu. Bahkan lebih.
Rabu, 5 Januari 2011, 11:39 WIB
Muhammad Firman Virus HIV tengah menempel pada sel (io9)
VIVAnews - Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih tergolong pendatang baru di antara patogen manusia lainnya. Seperti diketahui, patogen ini baru diketahui muncul dan menyebar pada beberapa dekade terakhir saja.
Untuk itu, sejumlah peneliti mencari asal muasal virus tersebut. Awalnya mereka mencurigai bahwa Simian Immunodeficiency Virus (SIV), virus pada hewan primata lah yang melahirkan HIV. Virus SIV sendiri diduga berusia beberapa ratus tahun lebih tua dibanding HIV.
Setelah melakukan sejumlah penelitian, Preston Marx, virolog asal Tulane University menemukan sebaliknya. Virus SIV tampaknya sudah berusia setidaknya 32 ribu tahun. Artinya, virus itu sudah hadir, bisa dibilang hampir bersamaan dengan pemunculan manusia, jauh sebelum hadirnya HIV.
Pada penelitian, Marx dan timnya melakukan uji coba SIV pada monyet yang berasal dari pulau Bioko, pulau yang terlepas dari benua Afrika sekitar 10 ribu tahun lalu.
“Ternyata, varian virus SIV Bioko memiliki nenek moyang yang sama dengan virus yang ada di benua Afrika,” kata Marx, seperti dikutip dari Infection Research, 5 Januari 2011. “Ini mengindikasikan bahwa virus ini setidaknya sudah lama hadir, bahkan mungkin jauh lebih tua,” ucapnya.
Marx menyebutkan, kejadian-kejadian di abad 20 telah mengubah virus SIV dari virus monyet yang jinak menjadi wabah mematikan bagi manusia. “Meningkatnya transfusi darah dan makin banyaknya kota padat penduduk telah membantu penyebaran SIV yang berkembang menjadi HIV,” ucapnya.
“Jika kita tidak menemukan apa yang memicu pemunculan wabah HIV, sulit untuk mempersiapkan diri menghadapi penyakit apa yang akan hadir berikutnya,” ucap Marx. “Kita bisa menghasilkan varian virus baru tanpa mengetahui cara untuk menghentikan atau mengontrolnya,” ucapnya. (umi)
Untuk itu, sejumlah peneliti mencari asal muasal virus tersebut. Awalnya mereka mencurigai bahwa Simian Immunodeficiency Virus (SIV), virus pada hewan primata lah yang melahirkan HIV. Virus SIV sendiri diduga berusia beberapa ratus tahun lebih tua dibanding HIV.
Setelah melakukan sejumlah penelitian, Preston Marx, virolog asal Tulane University menemukan sebaliknya. Virus SIV tampaknya sudah berusia setidaknya 32 ribu tahun. Artinya, virus itu sudah hadir, bisa dibilang hampir bersamaan dengan pemunculan manusia, jauh sebelum hadirnya HIV.
Pada penelitian, Marx dan timnya melakukan uji coba SIV pada monyet yang berasal dari pulau Bioko, pulau yang terlepas dari benua Afrika sekitar 10 ribu tahun lalu.
“Ternyata, varian virus SIV Bioko memiliki nenek moyang yang sama dengan virus yang ada di benua Afrika,” kata Marx, seperti dikutip dari Infection Research, 5 Januari 2011. “Ini mengindikasikan bahwa virus ini setidaknya sudah lama hadir, bahkan mungkin jauh lebih tua,” ucapnya.
Marx menyebutkan, kejadian-kejadian di abad 20 telah mengubah virus SIV dari virus monyet yang jinak menjadi wabah mematikan bagi manusia. “Meningkatnya transfusi darah dan makin banyaknya kota padat penduduk telah membantu penyebaran SIV yang berkembang menjadi HIV,” ucapnya.
“Jika kita tidak menemukan apa yang memicu pemunculan wabah HIV, sulit untuk mempersiapkan diri menghadapi penyakit apa yang akan hadir berikutnya,” ucap Marx. “Kita bisa menghasilkan varian virus baru tanpa mengetahui cara untuk menghentikan atau mengontrolnya,” ucapnya. (umi)
Baca juga: Menjawab Kontroversi Gelang Power Balance
• VIVAnews
Peneliti Temukan Ramuan Pembuat Emas
Nanopartikel emas diketahui sangat bermanfaat untuk mendeteksi tumor.
Kamis, 6 Januari 2011, 00:39 WIB
Muhammad Firman Nanopartikel emas bisa dibuat menggunakan campuran kayu manis (gtresearchnews.gatech.edu)
VIVAnews - Kayu manis, salah satu rempah-rempah yang biasa ditemukan di dapur ternyata mampu menghadirkan cara yang lebih sederhana dan aman untuk membuat nanopartikel emas.
Menurut penelitian, partikel berbahan kayu manis itu juga bahkan bisa digunakan untuk mengatasi kanker.
Sebagai informasi, nanopartikel emas diketahui sangat bermanfaat untuk mendeteksi tumor, melakukan pencarian minyak, menerangi jalan dan menyembuhkan penyakit. Sayangnya, proses pembuatan partikel itu membutuhkan bahan kimia berbahaya.
Saat ini, ada beberapa cara untuk membuat nanopartikel emas. Namun umumnya cara yang digunakan melibatkan pelarutan asam chloroauric, atau yang disebut juga dengan garam emas, di dalam cairan dan menambahkan bahan kimia lain untuk mengendapkan atom emas.
Campuran umum lainnya misalnya menggunakan sodium sitrat, sodium borohydrida (yang juga digunakan untuk memutihkan bubur kayu) dan senyawa amonium, yang seluruhnya bisa berbahaya bagi manusia dan lingkungan.
Dalam rangka mempromosikan nanoteknologi ramah lingkungan, peneliti dari University of Missouri mencampurkan garam emas dengan kayu manis.
Sebagai informasi, nanopartikel emas diketahui sangat bermanfaat untuk mendeteksi tumor, melakukan pencarian minyak, menerangi jalan dan menyembuhkan penyakit. Sayangnya, proses pembuatan partikel itu membutuhkan bahan kimia berbahaya.
Saat ini, ada beberapa cara untuk membuat nanopartikel emas. Namun umumnya cara yang digunakan melibatkan pelarutan asam chloroauric, atau yang disebut juga dengan garam emas, di dalam cairan dan menambahkan bahan kimia lain untuk mengendapkan atom emas.
Campuran umum lainnya misalnya menggunakan sodium sitrat, sodium borohydrida (yang juga digunakan untuk memutihkan bubur kayu) dan senyawa amonium, yang seluruhnya bisa berbahaya bagi manusia dan lingkungan.
Dalam rangka mempromosikan nanoteknologi ramah lingkungan, peneliti dari University of Missouri mencampurkan garam emas dengan kayu manis.
Saat dikombinasikan dengan nanopartikel, bahan phytochemical ini bisa memasuki sel kanker dan menghancurkannya atau membantu memetakannya agar prosedur medis yang lebih akurat bisa diterapkan.
“Nanopartikel emas kami tidak hanya sehat secara ekologi dan biologi, tetapi secara biologi mereka juga aktif melawan sel kanker,” kata Kattesh Katti, profesor di bidang radiology dan fisika dari University of Missouri School of Medicine.
Seperti dikutip dari PopSci, 5 Januari 2011, proses pembuatan partikel itu tidak membutuhkan listrik dan bahan kimia selain bahan dasarnya yakni garam emas.
Dalam laporannya yang dipublikasikan di jurnal Pharmaceutical Research, Katti menyebutkan bahwa kayu manis dan biji-bijian, dedaunan, dan jamu-jamuan lain bisa digunakan untuk mengonversikan metal ke nanopartikel tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.
“Pendekatan nanoteknologi ‘hijau’ yang kami gunakan menandakan peran alam tidak bisa diabaikan dalam pengembangan nanoteknologi masa depan,” ucap Katti. (umi)
“Nanopartikel emas kami tidak hanya sehat secara ekologi dan biologi, tetapi secara biologi mereka juga aktif melawan sel kanker,” kata Kattesh Katti, profesor di bidang radiology dan fisika dari University of Missouri School of Medicine.
Seperti dikutip dari PopSci, 5 Januari 2011, proses pembuatan partikel itu tidak membutuhkan listrik dan bahan kimia selain bahan dasarnya yakni garam emas.
Dalam laporannya yang dipublikasikan di jurnal Pharmaceutical Research, Katti menyebutkan bahwa kayu manis dan biji-bijian, dedaunan, dan jamu-jamuan lain bisa digunakan untuk mengonversikan metal ke nanopartikel tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.
“Pendekatan nanoteknologi ‘hijau’ yang kami gunakan menandakan peran alam tidak bisa diabaikan dalam pengembangan nanoteknologi masa depan,” ucap Katti. (umi)
• VIVAnews
James, Gelandang Serang yang Siap Bela Timnas
Kiprah pemain yang biasa dipanggil James ini memang tidak terlalu familiar di Indonesia.
Kamis, 6 Januari 2011, 09:48 WIB
Amril Amarullah James Zaidan Saragih (kanan)
Terdapat empat pemain asing akan mengikuti seleksi timnas. Dari sejumlah pemain asing yang dipanggil, tercatat nama James Zaidan Saragih. Mungkin banyak yang belum tahu tentang pemain yang merumput di Amerika Serikat ini.
Kiprah pemain yang biasa dipanggil James ini tidak terlalu familiar bagi pecinta sepakbola tanah air. Pria berusia 19 tahun itu lebih banyak berkiprah di negeri Paman Sam. Ia lahir di New York, dari pasangan asal Indonesia, Nazaruddin Saragih dan Artita.
Selama di New York, seperti dilansir Goal.com, James menghabiskan waktu dua tahun menekuni ODP (Olympic Development Program), sebuah program pengembangan remaja-remaja berbakat di Amerika Serikat dengan tujuan menyaring peserta Olimpiade dari semua cabang olahraga, termasuk sepakbola.
Hasilnya, James mengikuti berbagai turnamen domestik maupun internasional khusus remaja. Beberapa di antaranya adalah The Score Tournaments, Dallas Cup, Las Vegas Mayor's Cup, Zadar International Tournament di Kroasia pada tahun 2005, dan setahun kemudian Thessaloniki's International Tournament di Yunani.
Selain itu, pengagum Wesley Sneijder ini merupakan salah satu pencetak gol terbanyak di ODP, dan sukses membantu timnya juara Region 1. Di sekolahnya, Long Island City High School, James menjadi pemain kunci dan terpilih sebagai Pemain Terbaik 2008.
Pemain berposisi gelandang serang ini sebenarnya pernah mengikuti seleksi Persebaya U-21 pada bulan Maret tahun lalu. Sayangnya, James terkendala masalah administrasi, dan setelah dua bulan berlatih di Surabaya, dia terpaksa kembali ke New York karena belum memperoleh kewarganegaraan Indonesia.
Selasa, 4 Januari 2011 malam kemarin, James datang lagi ke Indonesia guna mengikuti seleksi timnas U-23 Indonesia. Pelatnas dalam rangka persiapan SEA Games dan kualifikasi Olimpiade akan dimulai besok, dan James akan tergabung dengan 33 pemain lainnya untuk tahap seleksi pertama.
"Saya lahir di New York dan otomatis menjadi warga negara Amerika Serikat. Tapi saya ingin memegang paspor Indonesia supaya bisa masuk tim nasional. Saya rela pindah ke Indonesia dan meninggalkan New York," kata James.
Profil singkat James Zaidan:
Nama: James Zaidan Saragih
Lahir: New York, 23 Maret 1991
Kewarganegaraan: Amerika Serikat
Tinggi: 180 cm.
Berat: 81 Kg.
Klub saat ini: New York Cosmos
• VIVAnews
PSSI Panggil 84 Pemain U-23, Ada Kim & Irfan
Pemain-pemain ini akan disiapkan untuk Pra Olimpiade dan Sea Games.
Selasa, 4 Januari 2011, 21:24 WIB
Marco Tampubolon Irfan Haarys Bachdim (AP Photo/Achmad Ibrahim)
Pemain-pemain yang terpilih dari hasil seleksi ini akan dipersiapkan untuk tampil pada Pra Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011. Seperti dilansir situs resmi PSSI, 4 Januari 2011, pemanggilan akan dilakukan dalam 3 gelombang.
Pemanggilan pertama dilakukan terhadap 33 pemain. Mereka akan mengikuti seleksi pada 6 Januari 2011. Selanjutnya BTN kembali memanggill kembali 27 nama untuk mengikuti seleksi pada 10 Januari 2011.
Sedangkan pemanggilan terakhir dilakukan terhadap 24 pemain. Mereka akan menjalani seleksi pada 14 Januari 2011.
Pemain-pemain yang berlaga di Piala AFF 2010 lalu seperti, Irfan, Oktovianus Maniani, Kurnia Meiga, Yongki Aribowo dan Johan Juansyah akan diberikan prioritas untuk langsung mengikuti pemusatan latihan.
Irfan dan Kim berada pada gelombang pertama. Kedua pemain ini tetap masuk daftar meski timnya Persema memutuskan untuk tampil di liga yang berada di luar PSSI, Liga Primer Indonesia (LPI).
Persema sendiri rencananya akan tampil pada partai pembuka LPI yang digelar di Solo, 8 Januari 2011. Dalam duel Laskar Ken Arok akan berhadapan dengan tuan rumah Solo FC di Stadion Manahan Solo.
Selain Persema, dua tim lainnya yang memutuskan berlaga di LPI, yakni PSM Makassar dan Persibo Bojonegoro tetap punya wakil pada seleksi nanti. Pasalnya, BTN masih memanggil beberapa pemain kedua tim tersebut.
Pemain Persebaya yang berada di jalur LPI, Andik Vermansyah juga ikut dipanggil. Pemain ini akan mengikuti seleksi pada gelombang pertama.
Berikut adalah daftar lengkap pemain U-23 yang dipanggil PSSI:
Daftar Pemanggilan I
1. Choirun Nasrin (Persela Lamongan)
2. Arditani Ardhiyasa (Persija Jakarta)
3. Seftia Hadi (PSPS Pekanbaru)
4. Andri Ibo (Persidafon)
5. Safri Umri (Persiraja Aceh)
6. Abdul Hamid Mony (Persiba Balikpapan)
7. Wirya Kusmandra (Persija)
8. Hendro Siswanto (Persela Lamongan)
9. Johan Manadji (Persiba Bantul)
10. Lifki Suteja (Persija)
11. Nasution Karubaba (Perseman Manokwari)
12. Ramdani Lestaluhu (Persija Jakarta)
13. Sigit Hermawan (Persija Jakarta)
14. Fred Ferdinando Mote (Persiwa)
15. Athur Itawan (Preston North End)
16. Fahrizal Dila (Persiraja Aceh)
17. Aris Alfiansyah (Persela)
18. Harmoko (Persekam Metro)
19. Zisva Siswanto Marco (Perseman Manokwari)
20. Alan Athur Arrongear (Persiwa)
21. Lucky Wahyu P (Persebaya)
22. Andik Firmansyah (Persebaya)
23. Novan Setyo Songko (Persibo Bojonegoro)
24. Fandy Edy (PSM Makassar)
25. Dajusman Trisadi (PSM Makassar)
26. Rachmat (PSM Makassar)
27. Kim Kurniawan (Persema Malang)
28. Reza Mustofa Ardiansya (Persema Malang)
29. Joko Ribowo (Persema Malang)
30. Irfan Bachdim * (Persema Malang)
31. Kurnia Mega * (Arema Indonesia)
32. Yongky Aribowo * (Arema Indonesia)
33. Okto Maniani * (Sriwijaya FC)
Pemanggilan Kedua
1 Aji Saka (Arema Indonesia)
2 Johan Angga Kusuma (Persijap Jepara)
3 Mohamad Ridwan (Persita Tangerang)
4 Cecep Supandi (Saint Prima Bandung)
5 Gunawan Dwi Cahayo (Sriwijaya FC)
6 Rachmat Latif (Sriwijaya FC)
7 Barkah Crustianto (Persijap Jepara)
8 Marco M.Kabiay (Persipura)
9 Achmat Farisi (Arema Indonesia)
10 Rendi Saputra (Ex.Persib)
11 Burhanudin Nihe (Persigo Gorontalo)
12 Risman Maidulla (Pro Titan)
13 Jacky Arisani (Sriwijaya FC)
14 Munadi (Persib Bandung)
15 Engelberth Sani (Pelita Jaya)
16 Ferdi Mofu (Semen Padang)
17 Dendi Santoso (Arema Indonesia)
18 David Lali (Persipura)
19 Joko Sasongko (Pelita Jaya)
20 Egi Megiansyah (Pelita Jaya)
21 Yoga Eka Firmansyah (Bontang FC)
22 Johann Yoga (Persib Bandung)
23 Risky Novriansyah (Persijap Jepara)
24 Sunarto (Arema Indonesia)
25 Lukas Wellem Manowen (Persipura)
26 Titus Bonai (Persipura)
27 Rishadi Fauzi (Persita Tangerang)
Pemanggilan Ketiga
1 Ali Barkah (Pelita Jaya)
2 Dicky Jamalis (Semen Padang)
3 Rifki Deython Mokodompit (Persita Tangerang)
4 Abdul Rachman (Pelita Jaya)
5 Joko Sidik Fitra Yono (Bontang FC)
6 Marcelino A. Mandagi (Bontang FC)
7 Irfan Raditya (Arema Indonesia)
8 A.A. Wahyu Trisayaya (Persija Jakarta)
9 Windu Hangoro Putra (PSPS Pekanbaru)
10 Herry Susilo (PSIS Semarang)
11 Rama Pratama (Pro Titan)
12 Zainal Abidin (Persela Lamongan)
13 Hasim Kipau (Persija Jakarta)
14 M. Fauzan Djamal (Semen Padang)
15 Iman Suprapto (Sriwijaya FC)
16 Elvis Nelson Anes (Persija Jakarta)
17 Mahadirga Lasut (Sriwijaya FC)
18 Immanuel Wanggai (Persipura Jayapura)
19 Zulham Zumrud (Persela Lamongan)
20 Stevie Bonsapia (Persipura Jayapura)
21 Jajang Mulyana (Pelita Jaya)
22 Ferdinand Sinaga (Persiwa Wamena)
23 Gerry Setia Nugraha (Pelita Jaya)
24 Johann Juanshyah * (Persijap Jepara)
Ket * : Pemain langsung mengikuti TC tanpa mengikuti seleksi
• VIVAnews
Empat 'Pemain Asing' Ikut Seleksi Timnas
"Mereka akan dinaturalisasi jika kemampuannya bagus," Iman Arif.
Kamis, 6 Januari 2011, 06:02 WIB
Edwan Ruriansyah Mark van der Maarel (utregfanatic)
VIVAnews - Tim nasional Indonesia akan semakin berwarna dengan tambahan beberapa pemain naturalisasi lagi. Syaratnya, mereka harus lolos seleksi timnas U-23.
Badan Tim Nasional (BTN) PSSI telah memanggil 90 pemain untuk mengikuti seleksi Timnas U-23 yang diproyeksikan ke Pra Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011. Empat di antaranya diisi oleh 'pemain asing.'
Mereka yakni Stefano Lilipaly (20 tahun) yang berposisi sebagai bek dan bermain di tim junior FC Utrecht Belanda. Lalu, James Zaidan Saragih (19 tahun), gelandang New York Cosmos, AS; Mark van de Maarel (21 tahun), bek FC Utrecht serta Andrea, sayap kanan yang pernah bermain di klub Liga Prancis.
"Mereka akan dinaturalisasi jika kemampuannya bagus. Ya, dalam proses seleksi di lapangan itulah kemampuan mereka diuji," kata Deputi Bidang Teknis BTN, Iman Arif kepada VIVAnews.
Tiga nama pertama berdarah Indonesia. Sedangkan Andrea adalah warganegara Prancis yang sudah 17 tahun bermukim di Bali bersama keluarganya.
"Orangtua Andrea rela anaknya menjadi WNI jika bisa masuk timnas Indonesia," lanjut Iman.
James Zaidan sudah tiba di tanah air, Selasa malam, 4 Januari 2011. Ia berpaspor Amerika Serikat dan sempat mengikuti seleksi Persebaya U-21.
Andrea juga sudah datang Rabu, 5 Januari 2011. Menurut Iman, Stefano dan Mark baru mendarat pekan depan. Kedua pemain ini merupakan anggota timnas U-21 Belanda.
Mereka akan ditambah dengan Arthur Irawan. Pemain yang terdaftar di klub Inggris, Lytham Town ini WNI dan bukan pemain keturunan.
Pemain 19 tahun ini lulusan Jakarta International School. Ia sedang menjalani tes di klub Inggris lainnya, Preston North End.
Seleksi Timnas U-23 akan digelar dalam 3 gelombang. Seleksi pertama digelar pada 6-9 Januari 2011. Dilanjutkan seleksi kedua pada 10-13 Januari, lalu seleksi ketiga pada 14-16 Januari 2011.
Jika memenuhi selera pelatih timnas, Alfred Riedl, maka naturalisasi pemain keturunan itu akan diproses oleh PSSI.
Badan Tim Nasional (BTN) PSSI telah memanggil 90 pemain untuk mengikuti seleksi Timnas U-23 yang diproyeksikan ke Pra Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011. Empat di antaranya diisi oleh 'pemain asing.'
Mereka yakni Stefano Lilipaly (20 tahun) yang berposisi sebagai bek dan bermain di tim junior FC Utrecht Belanda. Lalu, James Zaidan Saragih (19 tahun), gelandang New York Cosmos, AS; Mark van de Maarel (21 tahun), bek FC Utrecht serta Andrea, sayap kanan yang pernah bermain di klub Liga Prancis.
"Mereka akan dinaturalisasi jika kemampuannya bagus. Ya, dalam proses seleksi di lapangan itulah kemampuan mereka diuji," kata Deputi Bidang Teknis BTN, Iman Arif kepada VIVAnews.
Tiga nama pertama berdarah Indonesia. Sedangkan Andrea adalah warganegara Prancis yang sudah 17 tahun bermukim di Bali bersama keluarganya.
"Orangtua Andrea rela anaknya menjadi WNI jika bisa masuk timnas Indonesia," lanjut Iman.
James Zaidan sudah tiba di tanah air, Selasa malam, 4 Januari 2011. Ia berpaspor Amerika Serikat dan sempat mengikuti seleksi Persebaya U-21.
Andrea juga sudah datang Rabu, 5 Januari 2011. Menurut Iman, Stefano dan Mark baru mendarat pekan depan. Kedua pemain ini merupakan anggota timnas U-21 Belanda.
Mereka akan ditambah dengan Arthur Irawan. Pemain yang terdaftar di klub Inggris, Lytham Town ini WNI dan bukan pemain keturunan.
Pemain 19 tahun ini lulusan Jakarta International School. Ia sedang menjalani tes di klub Inggris lainnya, Preston North End.
Seleksi Timnas U-23 akan digelar dalam 3 gelombang. Seleksi pertama digelar pada 6-9 Januari 2011. Dilanjutkan seleksi kedua pada 10-13 Januari, lalu seleksi ketiga pada 14-16 Januari 2011.
Jika memenuhi selera pelatih timnas, Alfred Riedl, maka naturalisasi pemain keturunan itu akan diproses oleh PSSI.
• VIVAnews
Stefano Lilipaly, Calon Barisan Serang Timnas INdonesia
Pesepakbola berusia 20 tahun itu, dikenal sebagai pemain berbakat dan tajam.
Kamis, 6 Januari 2011, 09:21 WIB
Amril Amarullah Stefano Lilipaly ( FC Utrecht Photo)
VIVAnews - Badan Tim Nasional (BTN) PSSI telah memanggil 90 pemain untuk mengikuti seleksi Timnas U-23 yang diproyeksikan ke Pra Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011. Empat di antaranya diisi oleh 'pemain asing.'
Dengan demikian, tim nasional Indonesia akan semakin berwarna dengan tambahan beberapa pemain naturalisasi lagi. Syaratnya, mereka harus lolos seleksi timnas U-23.
Stefano Lilipaly salah satu pemain asing yang akan mewarnai sepakbola Merah Putih setelah Irfan Bachdim, Gonzales dan Kim Kurniawan. Stefano yang merupakan pemain klub Belanda, Utrech FC segera mengikuti seleksi pemain naturalisasi timnas Indonesia.
Dengan demikian, tim nasional Indonesia akan semakin berwarna dengan tambahan beberapa pemain naturalisasi lagi. Syaratnya, mereka harus lolos seleksi timnas U-23.
Stefano Lilipaly salah satu pemain asing yang akan mewarnai sepakbola Merah Putih setelah Irfan Bachdim, Gonzales dan Kim Kurniawan. Stefano yang merupakan pemain klub Belanda, Utrech FC segera mengikuti seleksi pemain naturalisasi timnas Indonesia.
Impian Stefano untuk mendatangi tanah nenek moyangnya itu diharapkan bisa tercapai. Pemain berdarah Ambon ini, terpanggil mengikuti seleksi pemain muda naturalisasi untuk memperkuat timnas Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2011 mendatang.
Pesepakbola berusia 20 tahun itu, dikenal sebagai pemain berbakat yang mulai belajar menggiring sepakbola sejak usia 7 tahun, saat otu dia bergabung di klub sepakbola DCG (klub amatir di Belanda).
Seperti halnya Irfan Bacdhim, Lilipaly juga jebolan sekolah bola di Belanda. Klub junior AZ Alkmaar pernah disinggahinya pada usia 10 tahun.
Lalu, menginjak usia 11 tahun, Lilipaly masuk klub junior Utrecht FC. Di klub tersebutlah, ia mulai menekuni bakatnya untuk menjadi pemain sepakbola.
Setelah matang dan menunjukkan ketajamannya di Utrecht FC itu, timnas Belanda tertarik dan mengajak bergabung di U-15 dan U-18. Tapi saat ini, Lilipaly harus mengikuti seleksi timnas.
Pesepakbola berusia 20 tahun itu, dikenal sebagai pemain berbakat yang mulai belajar menggiring sepakbola sejak usia 7 tahun, saat otu dia bergabung di klub sepakbola DCG (klub amatir di Belanda).
Seperti halnya Irfan Bacdhim, Lilipaly juga jebolan sekolah bola di Belanda. Klub junior AZ Alkmaar pernah disinggahinya pada usia 10 tahun.
Lalu, menginjak usia 11 tahun, Lilipaly masuk klub junior Utrecht FC. Di klub tersebutlah, ia mulai menekuni bakatnya untuk menjadi pemain sepakbola.
Setelah matang dan menunjukkan ketajamannya di Utrecht FC itu, timnas Belanda tertarik dan mengajak bergabung di U-15 dan U-18. Tapi saat ini, Lilipaly harus mengikuti seleksi timnas.
Stefano Lilipaly berposisi sebagai gelandang serang, dengan postur tubuh hanya 170 cm, tetap ia dikenal memiliki tendangan jarak jauh yang keras dan akurat.
Dikutip dari berbagai sumber, Stefano Lilipaly yang sangat mengidolakan Andreas Iniesta mengaku siap datang ke Indonesia untuk mengikuti seleksi awal, untuk memperkuat timnas U23 di ajang SEA Games 2011.
Berikut profil singkatnya:
Nama lengkap : Stefano Lilipaly
Tempat / tanggal lahir : Arnhem, Belanda / 10 Januari 1990
Tinggi / berat : 170 cm / 60 kg
Orangtua : Ron Lilipaly (ayah) / Adriana Lilipaly (ibu)
Saudara : Shemaine Lilipaly (kakak), Sobay Lilipaly, Nino Lilipaly (adik)
Karir:
Posisi : Gelandang serang
Klub
2000-2001: AZ Alkmaar Junior
2001-sekarang: FC Utrecht
Timnas
Belanda U-15, U-16, U-17, U-18
Dikutip dari berbagai sumber, Stefano Lilipaly yang sangat mengidolakan Andreas Iniesta mengaku siap datang ke Indonesia untuk mengikuti seleksi awal, untuk memperkuat timnas U23 di ajang SEA Games 2011.
Berikut profil singkatnya:
Nama lengkap : Stefano Lilipaly
Tempat / tanggal lahir : Arnhem, Belanda / 10 Januari 1990
Tinggi / berat : 170 cm / 60 kg
Orangtua : Ron Lilipaly (ayah) / Adriana Lilipaly (ibu)
Saudara : Shemaine Lilipaly (kakak), Sobay Lilipaly, Nino Lilipaly (adik)
Karir:
Posisi : Gelandang serang
Klub
2000-2001: AZ Alkmaar Junior
2001-sekarang: FC Utrecht
Timnas
Belanda U-15, U-16, U-17, U-18
• VIVAnews
Senin, 03 Januari 2011
PSSI Rugi Jika Coret Bachdim
VIVAnews - Manajer Persema Malang, Asmuri, menegaskan timnas akan rugi jika tidak menggunakan striker Irfan Haarys Bachdim. Sebab, Bachdim adalah pemain masa depan Tim Merah Putih.
Nasib Bachdim di timnas memang menjadi tanda tanya menyusul bergabungnya Persema Malang dalam ajang kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Tidak hanya Bachdim, nasib Kim Jeffrey Kurniawan yang bergabung bersama klub Persema juga sama.
Asmuri mengatakan, Bachdim dan Kim sudah terikat kontrak dengan Persema. Sehingga, apabila kedua pemain itu sengaja membatalkan kontrak, maka kedua pemain itu terkena pelanggaran administrasi dan wajib mengembalikan nilai kontraknya dua kali lipat.
Sebelumnya, Pelatih Persema, Timo Scheunemann usai memimpin latihan di Stadion Gajayana Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 30 Desember 2010, menjelaskan bergabungnya Kim ke Persema adalah kehendak Kim bukan berdasarkan paksaan Persema.
"Jadi tidak ada paksaan, karena Kim itu pemain profesional, terserah dia mau bermain di klub apa," katanya.
Sementara bergabungnya Bachdim, menurut Timo karena pemain ini sudah tanda tangan kontrak dengan manajemen Persema. Tidak hanya Bachdim, pemain Persema lainnya juga sudah mengawali tanda tangan kontrak beberapa waktu lalu.
Timo menegaskan, Bachdim tidak akan meninggalkan Persema. Sebab, ia sudah terikat kontrak satu tahun dengan Persema.
"Saya katakan lagi, soal Irfan, tidak akan meninggalkan Persema," tegasnya.
Laporan: Malik Ibrahim | Malang
Nasib Bachdim di timnas memang menjadi tanda tanya menyusul bergabungnya Persema Malang dalam ajang kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Tidak hanya Bachdim, nasib Kim Jeffrey Kurniawan yang bergabung bersama klub Persema juga sama.
Asmuri mengatakan, Bachdim dan Kim sudah terikat kontrak dengan Persema. Sehingga, apabila kedua pemain itu sengaja membatalkan kontrak, maka kedua pemain itu terkena pelanggaran administrasi dan wajib mengembalikan nilai kontraknya dua kali lipat.
Sebelumnya, Pelatih Persema, Timo Scheunemann usai memimpin latihan di Stadion Gajayana Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 30 Desember 2010, menjelaskan bergabungnya Kim ke Persema adalah kehendak Kim bukan berdasarkan paksaan Persema.
"Jadi tidak ada paksaan, karena Kim itu pemain profesional, terserah dia mau bermain di klub apa," katanya.
Sementara bergabungnya Bachdim, menurut Timo karena pemain ini sudah tanda tangan kontrak dengan manajemen Persema. Tidak hanya Bachdim, pemain Persema lainnya juga sudah mengawali tanda tangan kontrak beberapa waktu lalu.
Timo menegaskan, Bachdim tidak akan meninggalkan Persema. Sebab, ia sudah terikat kontrak satu tahun dengan Persema.
"Saya katakan lagi, soal Irfan, tidak akan meninggalkan Persema," tegasnya.
Laporan: Malik Ibrahim | Malang
• VIVAnews
Pelatih Asing Bertaburan di LPI
Liputan6.com, Jakarta: Liga Primer Indonesia (LPI) segera dimulai. Ternyata dari 19 pelatih kesebelasan yang berlaga, 12 di antaranya merupakan pelatih asing. Mereka bakal adu strategi di kompetisi yang akan dimulai pada 8 Januari 2011.
Pelatih skala internasional sudah siap untuk melatih pemainnya berlaga di kompetisi LPI. Dalam siaran pers penyelenggara yang diterima pada Jumat (31/12), tertulis profil pelatih klub LPI. Berikut profil pelatih yang dimaksud:
1. Aceh United
Pelatih : Lionel Charbonnier (Prancis)
Mantan kiper ketiga Timnas Prancis di Piala Dunia 1998 ini banting setir menjadi pelatih usai gantung sepatu. Saat menjadi direktur teknik federasi sepakbola Tahiti, Lionel Charbonnier mengantarkan timnas U-20 negara di Kepulauan Karibia tersebut ke Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2009. Kini publik Indonesia akan menyaksikan langsung kehandalan pemain juara dunia ini menangani tim peserta LPI yang bermarkas di ujung paling barat nusantara, Aceh United.
2. Bali De VataPelatih : Willy Scheepers (Belanda)Pelatih asal Belanda Willy Scheepers dipercaya menangani Bali De Vata. Sebelum mampir di kawasan wisata ternama dunia ini, Scheepers tercatat sebagai juru latih klub-klub Eropa, seperti FC Oberwinterthur, FC Kreuzlingen, dan APEP Pitsilia. Jabatan teknis terakhir yang dipegang Scheepers adalah menjadi direktur teknik di liga utama Siprus.
3. Bandung FCPelatih : Nandar IskandarNama Nandar Iskandar tidak bisa dipisahkan dari percaturan sepakbola Indonesia. Selain pernah menjadi pemain timnas tahun 1970-an, Nandar yang identik dengan Persib Bandung ini juga sempat melatih Timnas Indonesia pada 1999 hingga 2000. Sebagai pelatih, kiprah Nandar memang tak perlu diragukan. Bandung Raya, Persib Bandung, PKT Bontang, Perseden Denpasar, PSPS Pekanbaru, dan Persiba Bantul pernah merasakan tangan dinginnya.
4. Batavia UnionPelatih : Roberto Bianchi (Brasil)Pelatih asal Brasil pemegang paspor Spanyol ini mengantongi sertifikat UEFA PRO pada tahun 2006. Pernah melatih Zamora FC, Roberto Bianchi juga lama berkecimpung di Ciuded de Muscia, Mato Grosso de Sul, Bullense, dan Beijing Guoan FC. Kini Beto melangkah bersama Batavia Union.
5. Bogor RayaPelatih : John ArwandiLPI menjadi pertanda dimulainya debut John Arwandi sebagai pelatih. Sebelumnya, John malang-melintang sebagai staf teknik di sejumlah klub Indonesia. Tercatat pernah menjadi pelatih fisik PS Semen Padang pada 2007, John kemudian dipercaya menjadi asisten pelatih Persikabo Bogor tahun 2008-2009. Kini John bertugas memimpin Bogor Raya meraih sukses di LPI.
6. Cendrawasih PapuaPelatih : Uwe Erkebrecher (Jerman)Pelatih asal Jerman ini pernah menangani klub Eropa seperti tim Jerman FC Koln Jugend, FC Carl Zeiss Jena, dan beberapa klub divisi II di Jerman. Dengan pengalaman melatihnya di berbagai klub, Uwe Erkebrecher ingin menjadi bagian dari perubahan sepak bola Indonesia dengan melatih tim Cendrawasih Papua.
7. Jakarta 1928Pelatih : Bambang NurdiansyahInilah comeback Bambang Nurdiansyah di bangku pelatih setelah menangani klub-klub ternama Indonesia, seperti Pelita Krakatau Steel, PSIS Semarang, serta terakhir Arema Malang. Beberapa kali pula Bambang dipercaya menangani timnas yunior Indonesia di turnamen internasional, seperti Asian Games 2006. Pernah memperkuat timnas Indonesia sebagai pemain selama 11 tahun, Bambang kini menjadi arsitek utama Jakarta 1928.
8. Kabau PadangPelatih : Divaldo Alves (Portugal)Sebelum melatih Kabau Padang, Divaldo Alves berpengalaman menangani tim-tim di Thailand, Malaysia, dan Hong Kong. Bahkan tahun 2009 lalu Alves pernah melatih Persijap Jepara. Sebagai modal utama mengarungi kiprah kepelatihan di Indonesia, Alves membawa serta pengalaman mengikuti pendidikan fisik dan olahraga di Portugal dan memegang sertifikat pelatih UEFA A-Level.
9. Ksatria XI SoloPelatih : Branko Babic (Serbia)Pelatih asal Serbia berusia 63 tahun itu pernah melatih OFK Beograd tahun 2004-05 dan kini menapak di Ksatria XI Solo. Selain itu, Branko Babic juga pernah melatih tim di beberapa negara seperti di Jepang dan Montenegro. Sebagai pemain, Babic pernah memperkuat klub Jerman Beringen FC tahun 1975-1976.
10. Makassar CityPelatih : Michael Feichtenbeiner (Jerman)Michhael Feichtenbeiner pernah menjadi managing director Bundesliga divisi dua dan pernah pula melatih klub Malaysia, Selangor MPPJ dan kini di Makassar City. Pelatih asal Jerman ini merupakan pemegang sertifikat pelatih UEFA Pro Coach Licence.
11. Manado UnitedPelatih : Muhammad Al HadadMuhammad Al-Hadad sudah lama malang-melintang di persepakbolaan nasional. Tercatat Niac Mitra Surabaya pernah dibawanya menjuarai tiga kali Piala Galatama. Selanjutnya, Persijatim dan Persim Maros pernah merasakan kiprah kepelatihannya. Terakhir, Al Hadad menukangi Persita Tangerang tahun 2008 sebelum memutuskan untuk hijrah ke Manado United.
12. Medan BintangPelatih : Rene Van Eck (Belanda)Rene Van Eck banyak mencicipi pengalaman bermain di sejumlah klub Eropa, seperti Excelsior Rotterdam, FC Den Bosch, FC Nuremberg, FC Wintherthur, SC Kriens, dan FC Lucerne. Gantung sepatu sebagai pemain, Van Eck langsung beralih menjadi pelatih. Setelah meraih sertifikat UEFA Pro Coach Licence, pria asal Belanda ini melatih klub Jerman, Carl Zeiss Jena dan kini di Medan Bintang.
13. Medan ChiefsPelatih : Jorg Steinebruner (Jerman)Sepakbola Asia bukan barang baru bagi Jorg Steinebruner. Pelatih asal Jerman ini berpengalaman melatih sejumlah klub Singapura, seperti Woodland Wellington, Sengkang Punggol, dan Etoile. Mulai tahun 2011 ini, Steinebruner "menyeberang" beradu taktik di persepakbolaan Indonesia bersama Medan Chiefs.
14. PersebayaPelatih : Aji SantosoTidak ada yang menyangsikan kiprah Aji semasa masih bermain. Posisi bek sayap kiri timnas Indonesia adalah langganannya, begitu juga dengan ban kapten. Reputasi itu yang membuatnya pernah membela klub-klub papan atas tanah air, seperti Arema Malang, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Persema Malang. Sejak 2009, Aji dipercaya menangani Persebaya hingga saat ini.
15. PersemaPelatih : Timo Scheuneman (Jerman)Pelatih kelahiran Jerman yang fasih berbahasa Indonesia ini pernah bermain di klub college Amerika Serikat, Master Mustangs, dan pada 1997 menjadi pemain Persiba Balikpapan. Setelahnya, Indonesia seakan menjadi tanah air bagi Timo. Memegang lisensi kepelatihan UEFA A sejak 2007 lalu, Timo pernah dipercaya menangani timnas sepakbola putri Indonesia di SEA Games 2008 dan Persema sejak 2010 ini.
16. PersiboPelatih : Sartono AnwarSartono adalah sosok yang sudah lama dikenal pecinta sepakbola Indonesia. Salah satu pencapaian besar Sartono semasa bermain adalah ketika membawa PSIS Semarang menjadi juara perserikatan 1987 dengan mengalahkan Persebaya Surabaya. Selain melatih Persibo, Sartono juga sempat duduk di bangku asisten pelatih timnas futsal Indonesia pada 2002.
17. Real MataramPelatih : Jose Basualdo (Argentina)Jose Basualdo pernah mencicipi Piala Dunia 1990 dan 1994 semasa masih bermain membela Timnas Argentina. Usai gantung sepatu, Basualdo menangani Klub Ekuador, Deportivo Quito. Setelahnya, Basualdo menangani sejumlah klub Amerika Latin, seperti Universitario de Deportes, El Porvenir, Cienciano, Santiago Morning, dan Universidad de Santiago FC sebelum akhirnya dipinang Real Mataram.
18. Semarang UnitedPelatih : Edy ParyonoEdy Paryono merupakan pelatih yang berpengalaman karena sempat menyerap ilmu dari Ivan Kolev dan Peter Withe ketika menjadi asisten dua pelatih Eropa itu di Timnas Indonesia. Setelahnya, Edy menjadi pelatih PSIM Yogyakarta, PSIS Semarang, Persipur Purwodadi, hingga akhirnya menangani Semarang United pada musim perdana Liga Primer Indonesia.
19. Tangerang WolvesPelatih : Paulo Camargo (Brasil)Di negara asalnya, Brasil, Paulo Camargo dikenal pelatih yang sangat serius dalam menangani tim dan jeli menciptakan pemain berbakat. Salah satu anak didiknya adalah Kaka ketika masih bermain di tim junior So Paulo Futebol Clube. Kini, kemampuan tersebut dapat ditularkan ke Indonesia. Kita nantikan siapa pemain muda cemerlang yang dilahirkan Camargo bersama Tangerang Wolves.(Ant/ULF)
Pelatih skala internasional sudah siap untuk melatih pemainnya berlaga di kompetisi LPI. Dalam siaran pers penyelenggara yang diterima pada Jumat (31/12), tertulis profil pelatih klub LPI. Berikut profil pelatih yang dimaksud:
1. Aceh United
Pelatih : Lionel Charbonnier (Prancis)
Mantan kiper ketiga Timnas Prancis di Piala Dunia 1998 ini banting setir menjadi pelatih usai gantung sepatu. Saat menjadi direktur teknik federasi sepakbola Tahiti, Lionel Charbonnier mengantarkan timnas U-20 negara di Kepulauan Karibia tersebut ke Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2009. Kini publik Indonesia akan menyaksikan langsung kehandalan pemain juara dunia ini menangani tim peserta LPI yang bermarkas di ujung paling barat nusantara, Aceh United.
2. Bali De VataPelatih : Willy Scheepers (Belanda)Pelatih asal Belanda Willy Scheepers dipercaya menangani Bali De Vata. Sebelum mampir di kawasan wisata ternama dunia ini, Scheepers tercatat sebagai juru latih klub-klub Eropa, seperti FC Oberwinterthur, FC Kreuzlingen, dan APEP Pitsilia. Jabatan teknis terakhir yang dipegang Scheepers adalah menjadi direktur teknik di liga utama Siprus.
3. Bandung FCPelatih : Nandar IskandarNama Nandar Iskandar tidak bisa dipisahkan dari percaturan sepakbola Indonesia. Selain pernah menjadi pemain timnas tahun 1970-an, Nandar yang identik dengan Persib Bandung ini juga sempat melatih Timnas Indonesia pada 1999 hingga 2000. Sebagai pelatih, kiprah Nandar memang tak perlu diragukan. Bandung Raya, Persib Bandung, PKT Bontang, Perseden Denpasar, PSPS Pekanbaru, dan Persiba Bantul pernah merasakan tangan dinginnya.
4. Batavia UnionPelatih : Roberto Bianchi (Brasil)Pelatih asal Brasil pemegang paspor Spanyol ini mengantongi sertifikat UEFA PRO pada tahun 2006. Pernah melatih Zamora FC, Roberto Bianchi juga lama berkecimpung di Ciuded de Muscia, Mato Grosso de Sul, Bullense, dan Beijing Guoan FC. Kini Beto melangkah bersama Batavia Union.
5. Bogor RayaPelatih : John ArwandiLPI menjadi pertanda dimulainya debut John Arwandi sebagai pelatih. Sebelumnya, John malang-melintang sebagai staf teknik di sejumlah klub Indonesia. Tercatat pernah menjadi pelatih fisik PS Semen Padang pada 2007, John kemudian dipercaya menjadi asisten pelatih Persikabo Bogor tahun 2008-2009. Kini John bertugas memimpin Bogor Raya meraih sukses di LPI.
6. Cendrawasih PapuaPelatih : Uwe Erkebrecher (Jerman)Pelatih asal Jerman ini pernah menangani klub Eropa seperti tim Jerman FC Koln Jugend, FC Carl Zeiss Jena, dan beberapa klub divisi II di Jerman. Dengan pengalaman melatihnya di berbagai klub, Uwe Erkebrecher ingin menjadi bagian dari perubahan sepak bola Indonesia dengan melatih tim Cendrawasih Papua.
7. Jakarta 1928Pelatih : Bambang NurdiansyahInilah comeback Bambang Nurdiansyah di bangku pelatih setelah menangani klub-klub ternama Indonesia, seperti Pelita Krakatau Steel, PSIS Semarang, serta terakhir Arema Malang. Beberapa kali pula Bambang dipercaya menangani timnas yunior Indonesia di turnamen internasional, seperti Asian Games 2006. Pernah memperkuat timnas Indonesia sebagai pemain selama 11 tahun, Bambang kini menjadi arsitek utama Jakarta 1928.
8. Kabau PadangPelatih : Divaldo Alves (Portugal)Sebelum melatih Kabau Padang, Divaldo Alves berpengalaman menangani tim-tim di Thailand, Malaysia, dan Hong Kong. Bahkan tahun 2009 lalu Alves pernah melatih Persijap Jepara. Sebagai modal utama mengarungi kiprah kepelatihan di Indonesia, Alves membawa serta pengalaman mengikuti pendidikan fisik dan olahraga di Portugal dan memegang sertifikat pelatih UEFA A-Level.
9. Ksatria XI SoloPelatih : Branko Babic (Serbia)Pelatih asal Serbia berusia 63 tahun itu pernah melatih OFK Beograd tahun 2004-05 dan kini menapak di Ksatria XI Solo. Selain itu, Branko Babic juga pernah melatih tim di beberapa negara seperti di Jepang dan Montenegro. Sebagai pemain, Babic pernah memperkuat klub Jerman Beringen FC tahun 1975-1976.
10. Makassar CityPelatih : Michael Feichtenbeiner (Jerman)Michhael Feichtenbeiner pernah menjadi managing director Bundesliga divisi dua dan pernah pula melatih klub Malaysia, Selangor MPPJ dan kini di Makassar City. Pelatih asal Jerman ini merupakan pemegang sertifikat pelatih UEFA Pro Coach Licence.
11. Manado UnitedPelatih : Muhammad Al HadadMuhammad Al-Hadad sudah lama malang-melintang di persepakbolaan nasional. Tercatat Niac Mitra Surabaya pernah dibawanya menjuarai tiga kali Piala Galatama. Selanjutnya, Persijatim dan Persim Maros pernah merasakan kiprah kepelatihannya. Terakhir, Al Hadad menukangi Persita Tangerang tahun 2008 sebelum memutuskan untuk hijrah ke Manado United.
12. Medan BintangPelatih : Rene Van Eck (Belanda)Rene Van Eck banyak mencicipi pengalaman bermain di sejumlah klub Eropa, seperti Excelsior Rotterdam, FC Den Bosch, FC Nuremberg, FC Wintherthur, SC Kriens, dan FC Lucerne. Gantung sepatu sebagai pemain, Van Eck langsung beralih menjadi pelatih. Setelah meraih sertifikat UEFA Pro Coach Licence, pria asal Belanda ini melatih klub Jerman, Carl Zeiss Jena dan kini di Medan Bintang.
13. Medan ChiefsPelatih : Jorg Steinebruner (Jerman)Sepakbola Asia bukan barang baru bagi Jorg Steinebruner. Pelatih asal Jerman ini berpengalaman melatih sejumlah klub Singapura, seperti Woodland Wellington, Sengkang Punggol, dan Etoile. Mulai tahun 2011 ini, Steinebruner "menyeberang" beradu taktik di persepakbolaan Indonesia bersama Medan Chiefs.
14. PersebayaPelatih : Aji SantosoTidak ada yang menyangsikan kiprah Aji semasa masih bermain. Posisi bek sayap kiri timnas Indonesia adalah langganannya, begitu juga dengan ban kapten. Reputasi itu yang membuatnya pernah membela klub-klub papan atas tanah air, seperti Arema Malang, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Persema Malang. Sejak 2009, Aji dipercaya menangani Persebaya hingga saat ini.
15. PersemaPelatih : Timo Scheuneman (Jerman)Pelatih kelahiran Jerman yang fasih berbahasa Indonesia ini pernah bermain di klub college Amerika Serikat, Master Mustangs, dan pada 1997 menjadi pemain Persiba Balikpapan. Setelahnya, Indonesia seakan menjadi tanah air bagi Timo. Memegang lisensi kepelatihan UEFA A sejak 2007 lalu, Timo pernah dipercaya menangani timnas sepakbola putri Indonesia di SEA Games 2008 dan Persema sejak 2010 ini.
16. PersiboPelatih : Sartono AnwarSartono adalah sosok yang sudah lama dikenal pecinta sepakbola Indonesia. Salah satu pencapaian besar Sartono semasa bermain adalah ketika membawa PSIS Semarang menjadi juara perserikatan 1987 dengan mengalahkan Persebaya Surabaya. Selain melatih Persibo, Sartono juga sempat duduk di bangku asisten pelatih timnas futsal Indonesia pada 2002.
17. Real MataramPelatih : Jose Basualdo (Argentina)Jose Basualdo pernah mencicipi Piala Dunia 1990 dan 1994 semasa masih bermain membela Timnas Argentina. Usai gantung sepatu, Basualdo menangani Klub Ekuador, Deportivo Quito. Setelahnya, Basualdo menangani sejumlah klub Amerika Latin, seperti Universitario de Deportes, El Porvenir, Cienciano, Santiago Morning, dan Universidad de Santiago FC sebelum akhirnya dipinang Real Mataram.
18. Semarang UnitedPelatih : Edy ParyonoEdy Paryono merupakan pelatih yang berpengalaman karena sempat menyerap ilmu dari Ivan Kolev dan Peter Withe ketika menjadi asisten dua pelatih Eropa itu di Timnas Indonesia. Setelahnya, Edy menjadi pelatih PSIM Yogyakarta, PSIS Semarang, Persipur Purwodadi, hingga akhirnya menangani Semarang United pada musim perdana Liga Primer Indonesia.
19. Tangerang WolvesPelatih : Paulo Camargo (Brasil)Di negara asalnya, Brasil, Paulo Camargo dikenal pelatih yang sangat serius dalam menangani tim dan jeli menciptakan pemain berbakat. Salah satu anak didiknya adalah Kaka ketika masih bermain di tim junior So Paulo Futebol Clube. Kini, kemampuan tersebut dapat ditularkan ke Indonesia. Kita nantikan siapa pemain muda cemerlang yang dilahirkan Camargo bersama Tangerang Wolves.(Ant/ULF)
Minggu, 02 Januari 2011
Mutiara timur Okto2, "Ryan Giggs-nya Indonesia Raya"
By Irvan Beka - Minggu, 2 Januari
VIVAnews - Sebagai benua terbesar yang punya jumlah penduduk paling banyak pula, Asia tentu menyimpan bakat-bakat sepakbola yang hebat. ESPNsoccernet mencoba untuk memprediksi siapa saja yang bisa bersinar atau setidaknya cukup bagus untuk main di Liga Eropa. Ada satu orang Indonesia di dalam daftar.
Deng Zhuoxiang (Shandon/China)
Midfielder ini tampil luar biasa di Piala Asia Timur tahun lalu. Termasuk
saat ia mencetak gol ke gawang Korea Selatan yang menghadirkan kemenangan pertama bagi China atas Taeguk Warrior. Klub-klub di Korea dan Jepang mencoba untuk menariknya tapi tak sanggup dengan harganya. Mungkin sudah saatnya untuk klub Eropa 'ikut campur.'
Ismail Matar (Al Wahda/UEA)
Pemain ini adalah harapan dari kawasan teluk. Ia adalah pemenang bola emas di World Youth Championship tahun 2003. Sebenarnya ia sangat pantas main di Eropa. Namun klubnya yang kaya mampu menahannya untuk tidak pergi ke mana-mana. Ia kemudian juga menjadi bintang di Piala Teluk 2007 sekaligus membantu UAE untuk menjadi juara pertama kalinya. Berkat jasanya itu ia mendapat hadiah dua ekor unta. Ismail Matar pantas mendapat alat transportasi yang lebih bagus dari unta!
Koo Ja Cheol (Jeju United/Korea Selatan)
Ia sempat dihubungkan dengan Blackburn Rovers awal tahun ini. Klub Swiss Young Boys of Berne juga tertarik padanya namun tak sanggup membayar. Anehnya Koo bukanlah pilihan reguler di timnas Korsel walau ia terpilih menjadi pemian tengah terbaik K-League musim lalu. Mampu mengamankan bola dan siap melepaskan umpan kapan saja. Eksekusi bola matinya juga mantap. Banyak yang percara kepindahannya ke Eropa hanya masalah waktu.
Kawin Thamsatchanan (Muang Thong United/Thailand)
Asia Tenggara tak punya sejarah kuat memiliki kiper yang kuat. Namun
pemain berusia 19 tahun ini memperlihatkan kalau ia bisa memenuhi
kulaifikasi untuk menjadi kiper hebat. Absennya ia di Piala AFF sangat
disayangkan oleh fans Thailand. Seorang pemandu bakat Inggris telah
merekomendasikannya pada Manchester United. Menarik untuk ditunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Yasser Al Qahtani (Al Hilal/Arab Saudi)
Ia layak menjadi bintang yang paling terang di kawasan teluk.'The Sniper' tak pernah mencoba peruntungannya di Eropa. Jika ia mampu mengasah mentalnya untuk siap main di level tertinggi, karirnya akan melesat. Walau usianya sudah 28 tahun, ia masih gesit dan bagus dalam duel udara.
Oktovianus Maniani (Sriwijaya/Indonesia)
Sayap mungil Sriwijaya ini mencuri perhatian saat tampil di Piala AFF
2010. Ia berjasa besar membawa Indonesia lolos ke partai final. Ia sangat cepat dan usianya baru 20 tahun. Octo disebut sebagai 'Ryan Giggs-nya Indonesia' diharapkan bisa terus konsisten dan mampu mengasah umpan silangnya.
Karim Ansarifard (Saipa/Iran)
Karim adalah penerus kejayaan Ali Daei sebagai nyawa timnas Iran. Dan
sang lengenda sendirilah yang memberikan kesempatan bagi Karim untuk menjadi pilihan utama di Saipa di tahun 2007. Dua tahun kemudian ia sudah main untuk timnas. Borussia Dortmund sudah menyatakan ketertarikannya namun belum ada yang pasti.
Jungo Fujimoto (Shimizu S-Pulse/Jepang)
Sang playmaker sedang dikejar-kejar Nagoya Grampuss. Namun pemain berusai
26 tahun ini tak mau tanggung-tanggung. Rookie of the year J-League tahun
2006 ini ingin menjelajah Eropa.
Alexander Geynrikh (Pahktakor/Uzbekistan)
Ia adalah mesin gol di kawasan Asia Tengah. Kepalanya terkenal sering
menghadirkan kekacauan di kotak penalti lawan. Dua tim di Moscow, Torpedo dan CSKA, tertarik untuk memiliki Geynrikh. Kini ia siap main di Eropa atau setidaknya di Rusia.
Firas Al-Khatib (Al Qadsia/Suriah)
Suriah bukanlah negara elit untuk urusan sepakbola. Namun Al-Khatib
pantas untuk muncul ke permukaan. Kini ia main untuk salah satu klub
terbesar teluk, Al Qadsia Kuwait. Ia sangat jeli mencari posisi dan
diramalkan akan menjadi salah satu bintang di benua Asia.
Deng Zhuoxiang (Shandon/China)
Midfielder ini tampil luar biasa di Piala Asia Timur tahun lalu. Termasuk
saat ia mencetak gol ke gawang Korea Selatan yang menghadirkan kemenangan pertama bagi China atas Taeguk Warrior. Klub-klub di Korea dan Jepang mencoba untuk menariknya tapi tak sanggup dengan harganya. Mungkin sudah saatnya untuk klub Eropa 'ikut campur.'
Ismail Matar (Al Wahda/UEA)
Pemain ini adalah harapan dari kawasan teluk. Ia adalah pemenang bola emas di World Youth Championship tahun 2003. Sebenarnya ia sangat pantas main di Eropa. Namun klubnya yang kaya mampu menahannya untuk tidak pergi ke mana-mana. Ia kemudian juga menjadi bintang di Piala Teluk 2007 sekaligus membantu UAE untuk menjadi juara pertama kalinya. Berkat jasanya itu ia mendapat hadiah dua ekor unta. Ismail Matar pantas mendapat alat transportasi yang lebih bagus dari unta!
Koo Ja Cheol (Jeju United/Korea Selatan)
Ia sempat dihubungkan dengan Blackburn Rovers awal tahun ini. Klub Swiss Young Boys of Berne juga tertarik padanya namun tak sanggup membayar. Anehnya Koo bukanlah pilihan reguler di timnas Korsel walau ia terpilih menjadi pemian tengah terbaik K-League musim lalu. Mampu mengamankan bola dan siap melepaskan umpan kapan saja. Eksekusi bola matinya juga mantap. Banyak yang percara kepindahannya ke Eropa hanya masalah waktu.
Kawin Thamsatchanan (Muang Thong United/Thailand)
Asia Tenggara tak punya sejarah kuat memiliki kiper yang kuat. Namun
pemain berusia 19 tahun ini memperlihatkan kalau ia bisa memenuhi
kulaifikasi untuk menjadi kiper hebat. Absennya ia di Piala AFF sangat
disayangkan oleh fans Thailand. Seorang pemandu bakat Inggris telah
merekomendasikannya pada Manchester United. Menarik untuk ditunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Yasser Al Qahtani (Al Hilal/Arab Saudi)
Ia layak menjadi bintang yang paling terang di kawasan teluk.'The Sniper' tak pernah mencoba peruntungannya di Eropa. Jika ia mampu mengasah mentalnya untuk siap main di level tertinggi, karirnya akan melesat. Walau usianya sudah 28 tahun, ia masih gesit dan bagus dalam duel udara.
Oktovianus Maniani (Sriwijaya/Indonesia)
Sayap mungil Sriwijaya ini mencuri perhatian saat tampil di Piala AFF
2010. Ia berjasa besar membawa Indonesia lolos ke partai final. Ia sangat cepat dan usianya baru 20 tahun. Octo disebut sebagai 'Ryan Giggs-nya Indonesia' diharapkan bisa terus konsisten dan mampu mengasah umpan silangnya.
Karim Ansarifard (Saipa/Iran)
Karim adalah penerus kejayaan Ali Daei sebagai nyawa timnas Iran. Dan
sang lengenda sendirilah yang memberikan kesempatan bagi Karim untuk menjadi pilihan utama di Saipa di tahun 2007. Dua tahun kemudian ia sudah main untuk timnas. Borussia Dortmund sudah menyatakan ketertarikannya namun belum ada yang pasti.
Jungo Fujimoto (Shimizu S-Pulse/Jepang)
Sang playmaker sedang dikejar-kejar Nagoya Grampuss. Namun pemain berusai
26 tahun ini tak mau tanggung-tanggung. Rookie of the year J-League tahun
2006 ini ingin menjelajah Eropa.
Alexander Geynrikh (Pahktakor/Uzbekistan)
Ia adalah mesin gol di kawasan Asia Tengah. Kepalanya terkenal sering
menghadirkan kekacauan di kotak penalti lawan. Dua tim di Moscow, Torpedo dan CSKA, tertarik untuk memiliki Geynrikh. Kini ia siap main di Eropa atau setidaknya di Rusia.
Firas Al-Khatib (Al Qadsia/Suriah)
Suriah bukanlah negara elit untuk urusan sepakbola. Namun Al-Khatib
pantas untuk muncul ke permukaan. Kini ia main untuk salah satu klub
terbesar teluk, Al Qadsia Kuwait. Ia sangat jeli mencari posisi dan
diramalkan akan menjadi salah satu bintang di benua Asia.
Okto, "Ryan Giggs-nya Indonesia"
Liputan6.com, Jakarta: Pemain depan Sriwijaya FC Oktovianus Maniani masuk dalam daftar 10 pemain potensial di Asia dan layak bermain di Eropa. Hal ini dikatakan kolumnis ESPN John Duerden dalam tulisannya "Eastern Promise" seperti dikutip ESPNsoccernet, Ahad (2/1).
Menurut Duerden, penampilan Okto yang bermain di sayap kiri pada Piala AFF Suzuki Cup 2010 sangat enak ditonton. Dengan dribble ciamik dan larinya yang kencang, Duerden menjuluki Okto sebagai "Ryan Giggs dari Indonesia".
Namun sayang, tulis Duerden, kemampuan olah bola Okto belum diimbangi umpan dan tembakan akurat layaknya legenda Manchester United itu. Okto harus bisa mengikuti jejak Giggs dan tampil konsisten.
Okto menjadi pilihan utama pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl di enam pertandingan. Ia hanya absen di laga pamungkas akibat akumulasi kartu kuning.
Usianya yang masih 20 tahun menjadikan Okto merupakan anggota termuda dalam Pasukan Garuda. Duerden menilainya hal itu masih mentah, tapi justru membuatnya makin menarik untuk dilihat. Dia yakin Okto bisa meningkatkan kemampuannya berolah bola.
Sepuluh pemain potensial Asia lainnya berdasarkan tulisan Jhon Duerden adalah Deng Zhuoxiang (Shandong, Cina), Ismail Matar (Al Wahda, Uni Emirat Arab), Koo Ja Cheol (Jeju United, Korea Selatan), Kawin Thamsatchanan (Muang Thong United, Thailand), dan Yasser Al Qahtani (Al Hilal, Arab Saudi). Kemudian, Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC, Indonesia), Karim Ansarifard (Saipa, Iran), Jungo Fujimoto (Shimizu S-Pulse, Jepang), Alexander Geynrikh (Pahktakor, Uzbekistan), serta Firas Al-Khatib (Al Qadsia, Suriah).(IAN/Ant)
Menurut Duerden, penampilan Okto yang bermain di sayap kiri pada Piala AFF Suzuki Cup 2010 sangat enak ditonton. Dengan dribble ciamik dan larinya yang kencang, Duerden menjuluki Okto sebagai "Ryan Giggs dari Indonesia".
Namun sayang, tulis Duerden, kemampuan olah bola Okto belum diimbangi umpan dan tembakan akurat layaknya legenda Manchester United itu. Okto harus bisa mengikuti jejak Giggs dan tampil konsisten.
Okto menjadi pilihan utama pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl di enam pertandingan. Ia hanya absen di laga pamungkas akibat akumulasi kartu kuning.
Usianya yang masih 20 tahun menjadikan Okto merupakan anggota termuda dalam Pasukan Garuda. Duerden menilainya hal itu masih mentah, tapi justru membuatnya makin menarik untuk dilihat. Dia yakin Okto bisa meningkatkan kemampuannya berolah bola.
Sepuluh pemain potensial Asia lainnya berdasarkan tulisan Jhon Duerden adalah Deng Zhuoxiang (Shandong, Cina), Ismail Matar (Al Wahda, Uni Emirat Arab), Koo Ja Cheol (Jeju United, Korea Selatan), Kawin Thamsatchanan (Muang Thong United, Thailand), dan Yasser Al Qahtani (Al Hilal, Arab Saudi). Kemudian, Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC, Indonesia), Karim Ansarifard (Saipa, Iran), Jungo Fujimoto (Shimizu S-Pulse, Jepang), Alexander Geynrikh (Pahktakor, Uzbekistan), serta Firas Al-Khatib (Al Qadsia, Suriah).(IAN/Ant)
Langganan:
Postingan (Atom)